Lenovo’s DoNetwork Challenge

10 Jan

Ada banyak masalah yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, dari betapa macetnya jalanan, betapa minimnya sarana pendidikan di daerah terpencil, atau permasalahan-permasalahan lainnya dalam kehidupan keseharian kita. Pernah punya ide untuk memperbaiki hal tersebut?

Do Network memberikan kesempatan bagi kalian yang memiliki ide-ide bahkan mimpi akan solusi bagi permasalahan keseharian kita untuk mewujudkan ide dan mimpi tersebut menjadi sebuah kenyataan. Kompetisi yang dimulai pada 8 Desember 2011 ini mengumpulkan kontribusi para pembuat ide pada situs http://donetwork.lenovo.com, dimana para DOers (mereka yang melakukan) dapat mengkontribusikan ide mereka menjadi sebuah project, membuat team kerja, mempresentasikan ide mereka dan meraih dukungan serta mentoring dari para mentor.

Seperti tertulis pada bagan diatas, pemenang akan mendapatkan dana sebesar $25.000 USD untuk mewujudkan impian mereka menjadi realitas. Bahkan para finalis akan mendapatkan DO machine idaman mereka untuk membantu membangun ide-ide mereka menjadi kenyataan.

Selain itu ada para mentor yang akan membantu para DOers  mengembangkan proposal ide mereka. Para mentor tersebut adalah; ilmuwan dan penulis ilmiah penggagas wajanbolic serta open BTS kang Onno W.Purbo, peneliti dan pengamat antariksa Nurdin Nurdiansah, serta penulis teknologi dan online entrepreneur penggagas viki.com serta mantan country editor Yahoo.com yaitu pak Budi Putra.

Para mentor tersebut akan mengarungi lautan project ide-ide peserta (total 480 ide pada 1 Januari 2012) dan memberikan komentar serta mentoring bagi project yang mereka anggap menarik dan memiliki potensi. Berikut adalah video-video profil para mentor.

Jadi tunggu apa lagi? Segera salurkan ide-ide anda dan jadikan kenyataan bersama Do Network. Cepat, batas waktu penyerahan ide adalah 25 Januari 2012.

Tags: , , , , , , , , ,

Behind the Scenes: DoNetwork Video Shoot

9 Jan

15 Desember 2011 lalu kami memulai mengambil gambar untuk profil mentor-mentor DoNetwork Lenovo bersama ketiga mentor DoNetwork tentunya: bapak Budi Putera, kang Onno W.Purbo dan pak Nurdin Nurdiansah.

 
 

 

Tags: , , , , , , , ,

2012, Happy?

1 Jan

Melihat kembali ke 2011, saya benar-benar tidak menulis banyak. Minim sekali bahkan.

Pekerjaan dan tangung jawab baru membuat saya sibuk sehingga tidak dapat meluangkan banyak waktu menulis di blog saya sendiri. Kalau orang bertanya apa resolusi 2012 ini, sepertinya saya akan menjawab: “Posting di blog”.

Selamat tahun baru 2012, semoga menjadi tahun yang dinantikan dan sukses bagi semua.

Tags: ,

FreSh: Teknologi Nasional

24 Aug

FreSh bulan Agustus 2011 ini awalnya akan membahas mengenai sebuah hari nasional yang tidak banyak diketahui oleh bangsa yang memiliki hari nasional tersebut. HaKTekNas atau Hari Kebangkitan Teknologi Nasional adalah hari nasional yang telah dirayakan selama 16 tahun lamanya, sejak pesawat N250 mengudara. Tapi kok kebanyakan dari kita baru tahu ada hari nasional seperti ini.

Kami ingin berbicara dengan mereka yang aktif dengan perkembangan teknologi di Indonesia, pembicara pada malam itu adalah saudara Dimas Sandy Yuditya dari Business Innovation Center PUSPIPTEK, bapak Muhammad Nuh dari Cyber Crime Polri, dan beberapa alumnus Erasmus Mundus (program beasiswa Uni Eropa). Sayangnya dikarenakan surat izin tugas bapak Muhammad Nuh tidak kunjung keluar dari PusLabFor Polri untuk bicara di FreSh, beliau tidak jadi hadir dan berbicara di acara malam itu.

Bertempat di sebuah restoran di Citywalk Sudirman, FreSh kali ini dibuka oleh Catur PW yang menjelaskan mengenai FreSh itu sendiri, dilanjutkan dengan presentasi mengenai beasiswa Erasmus Mundus oleh ibu Destriani Nugroho dari perwakilan Uni Eropa.

Beasiswa Erasmus Mundus adalah beasiswa tidak terikat yang diberikan oleh Uni Eropa kepada mahasiwa non Uni Eropa. Uniknya dari program beasiswa Erasmus Mundus ini adalah kesempatan untuk belajar di berbagai negara Uni Eropa dalam satu mata kuliah. Efrian Muharrom, alumnus Erasmus Mundus yang kini bekerja sebagai Research Officer untuk CIFOR (Centre for International Forestry Research) menjelaskan pengalamannya selama mengambil program pasca sarjana bersama Erasmus Mundus. Ia belajar di 9 universitas berbeda di Uni Eropa, dari Finlandia di utara hingga Spanyol di selatan Eropa.  Ia benar-benar mendapatkan kesempatan untuk melakukan riset dari berbagai macam perhutanan di seluruh Eropa, dari yang beriklim dingin hingga yang mediterania. Ijazahnya pun ditanda-tangani oleh 9 dekan universitas dimana ia belajar.

Hal serupa juga dirasakan oleh dua alumni Erasmus Mundus yang berbicara malam itu: Dina Mariana dan Yansen Darmaputra. Mereka berkuliah di berbagai universitas sehingga dapat memanfaatkan pengalaman pendidikan terbaik yang dapat diberikan oleh Eropa. Untuk informasi lanjut mengenai program Erasmus Mundus, anda dapat mengunjungi website mereka disini.

Berikut adalah saudara Dimas Sandy Yuditya liaison officer dari Business Innovation Centre (BIC) PUSPIPTEK.  Beliau menjelaskan peran Kementrian Riset dan Teknologi dalam membentuk kemajuan teknologi di Indonesia, khususnya BIC yang merupakan wadah yang menghubungkan hasil riset atau inovasi dengan bisnis.

Peran BIC sendiri adalah penghubung antara inventor dengan investor, dan seringkali BIC sendiri bertindak sebagai investor dalam memproduksi mesin yamg diciptakan dari riset agar menarik calon investor besar. 3 tahun terakhir ini BIC telah meluncurkan buku direktori 103 hasil riset dan inventor tanah air guna menarik investor.

Tags: , , , , , , , , ,

Entrepreneur Mama

19 Apr

Minggu 17 April 2011, saya diundang oleh komunitas The Urban Mama untuk menjadi moderator dalam acara Entrepreneur Mama, sebuah acara yang bertujuan memotivasi para anggotanya; dalam hal ini para ibu-ibu, untuk memulai usaha sendiri.

Hadir sebagai pembicara pada hari itu adalah teman baik dan business partner saya Aulia Halimatussadiah (Ollie), Nuniek Tirtasari dan Dini Sembiring. Masing-masing adalah business woman sukses yang memiliki pengalaman hebat dalam mambangun usaha mereka.

Pertama berbicara adalah Ollie yang membawakan presentasi mengenai awal mula ia mendirikan usahanya kutukutubuku.com, sebuah toko buku online. Beliau menceritakan bagaimana ia memulai saat masih menjadi karyawan disebuah perusahaan IT bersama partnernya Angel, bagaimana passionnya pada dunia penulisan dan literatur membawanya untuk membangun usahanya, tantangan yang ia hadapi terutama saat keluar dari kerjanya untuk fokus pada usahanya, serta suka-duka sebagai entrepreneur. Ollie juga menyetel sebuah film berjudul: Women, Entrepreneur thy name yang dapat anda saksiskan dibawah.

Berikutnya saya mengundang Nuniek dan Dian untuk bersama-sama berbicara di panggung, sharing mengenai usaha mereka. Nuniek adalah pemilik dari hamilcantik.com, sebuah butik online yang secara khusus menyediakan baju untuk para wanita hamil. Ia dan Ollie adalah salah salah satu dari initiator StartUpLokal.

Dini Sembiring adalah salah satu dari pemilik The Spa Baby, sebuah spa yang khusus melayani anak dan bayi. Seperti spa pada umumnya, spa baby menyediakan jasa pemijatan, kolam, pedicure dan fasilitas spa lainnya yang bisa ditemukan pada spa orang dewasa.

Nuniek dan Dini masing-masing berbagi bagaimana mereka memulai usaha. Nuniek memulai usahanya secara tidak sengaja, dimana saat ia hamil ia membeli 2 baju hamil yang sama. Saat ia ingin menjual salah satu baju tersebut lewat forum internet, puluhan wanita tertarik ingin membeli. Ia melihat potensi dari hal tersebut dan memilih untuk meneruskannya, meninggalkan posisinya di kantor perminyakan dimana ia dahulu bekerja. Motherhood juga mendorongnya untuk berhenti bekerja dan fokus pada usahanya.

Dini dan partnernya Mitzy juga membuka usaha mereka karena dorongan maternal. Mereka mencari kegiatan yang membagun kegiatan motorik anak bayi mereka, sehingga mereka melakukan riset untuk membangun usaha mereka. The spa baby lahir atas pemikiran dan persiapan yang matang. Dimulai sebagai sebuah spa untuk bayi, kini mereka terus berkembang, menawarkan fasilitas untuk anak balita, dan bahkan untuk para moms sambil menunggu anaknya melakukan kegiatan di Spa.

Ketika saya bertanya mengenai pengalaman jatuh bangun mereka, masing-masing memiliki ceritanya masing-masing. Dini sempat khawatir saat Spa Baby harus pindah dari Plaza Indonesia dikarenakan usaha salah satu partnernya membutuhkan ruang tersebut. Walau pindah ke tempat yang lebih besar di Dharmawangsa, ia khawatir customernya akan kecewa atas kepindahannya, namun mereka terus bangkit dan melakukan pendekatan kepada pelanggan mereka.

Ollie menceritakan mengenai permasalahan internal di kantor dan bagaimana ia dan partnernya saling menenangkan diri dan menyelesaikan permasalahan dengan cara-cara unik mereka sendiri.

At the end, sebagai moderator saya menyimpulkan bahwa:

  1. Mulailah membuat usaha sesuai dengan passion anda, carilah passion yang kiranya dapat menghasilkan (bankable).
  2. Perlakukan usaha seperti bayi sendiri. Seperti bayi ia lahir tanpa pengalaman dunia, tidak perfect. Ajarilah dan bimbing dia seperti kehendak anda, buat ia pintar dan menarik, jadikanlah seorang anak yang sempurna bagi anda.
  3. Jadilah ahli dalam usaha yang anda tekuni, pelajari, lakukan riset menegenai usaha tersebut, bergabunglah dengan orang-orang yang menjalankan usaha serupa, dan jadilah seorang yang memajukan bidang tersebut.
  4. Mulailah segera, ayo nyemplung! (read here)
  5. Kalau jatuh, angkat diri anda sendiri, belajar dari kesalahan itu dan jadilah lebih baik.

Thank you to Ninit at TheUrbanMama.com yang telah mengundang saya sebagai moderator, semoga tidak kapok :-D

Tags: , , , , , ,

Mau Jadi Entrepreneur? Ayo Nyemplung!

1 Apr

Yuk nyebur!

Starting a Business is like learning to swim,
you’ve got to dive in first
.

Kata-kata tersebut tertanam dalam jiwa saya. Saat berusia 7 tahun, saya satu-satunya anak disekolah yang tidak bisa berenang, dan ayah saya berkata: “Kalau mau belajar berenang, nyebur dulu”. Kata yang terdengar aneh bagi seorang anak 7 tahun, karena kalau saya nyebur pastinya bisa tenggelam. Tak lama kemudian beliau mendorong saya masuk kolam renang. “BYURRR”. Saya panik dan kecipak-kecipuk mencoba berenang.

“Coba berdiri!”, seru ayah saya. Dan ternyata itu kolam cetek yang cuma se-dada saya (waktu umur 7 tahun). Setelah saya pikir sekarang, maksud dari ayah saya adalah: Kalau mau belajar sesuatu ya harus basah dulu, dan kalau sudah basah ya cobalah untuk berdiri dan paham keadaannya.

Perkataan yang sama saya dapatkan 8 tahun lalu dari ibu saya disaat saya memulai membuat sebuah perusahaan baru. “Kamu kudu nyemplung dulu”, kata beliau dengan maksud saya harus benar-benar memahami seluk-beluk usaha yang saya rintis tersebut dan dunianya. Kurang lebih maksudnya sama seperti ayah saya.

Kata-kata itu saya ambil sebagai pedoman jika ingin memulai sesuatu. Memulai sebuah usaha diakui banyak orang memang susah, tapi kalau kita langsung nyebur, ya udah kepalang basah masa’ gak dilanjutin. Jangan lupa setelah nyebur juga pahami usaha tersebut, baik yang terlihat (dipermukaan) maupun yang tidak (diselami).

Oh ya, like how my dad did it, mulailah dari kolam cetek. Kalau mau langsung nyemplung ke kolam besar bersama ikan-ikan besar lainnya, pastikan kamu bawa lifeguard (investor, partner, etc) just in-case kamu kelelep.

Tags: , , ,

Ulasan Pesta Penulis 2011

8 Mar

Writers Academy: anak perusahaan Oxford Course Indonesia yang bergerak di pendidikan penulisan, bekerja sama dengan komunitas PenulisLepas.com pada 26 Februari 2011 mengadakan acara PESTA PENULIS 2011, yang merupakan acara bagi para penulis, baik dari novelis, sastrawan, penulis cerpen, hingga blogger.

Bertempat di gedung Telkom Jakarta Barat ini mendatangkan pembicara yang tak lain adalah penulis-penulis buku best seller seperti Adhitya Mulya (penulis Jomblo, Gege Mengejar Cinta), Ligwina Hananto (perencana keuangan dan penulis buku: 100 Langkah Untuk Tidak Miskin), Ning Harmanto (penulis best seller buku-buku kesehatan), Ali Muakhir (penulis buku cerita anak & pemegang rekor MURI sebagai penulis super produktif +300 buku), dan Jonru (penulis & CEO Writers Academy).

Pesta Penulis 2011 dihadiri oleh lebih dari 150 peserta dan sejumlah utusan dari penerbit, media cetak plus online. Acara dimulai dengan launching Writers Academy oleh Jonru dan Prof.H.Bambang Marsono yang menceritakan awal mula Writers Academy sebagai Sekolah Menulis Online sejak 2007 dan kini melakukan relaunch dengan brand baru dan kelas yang tidak hanya online namun juga offline (tatap muka).

Acara diikuti dengan talkshow dengan saya sebagai moderator dan Ning Harmanto, Ligwina Hananto serta Adhitya Mulya sebagai nara sumber.  Talkshow  berlangsung sangat menarik sekali dimana tiap pembicara sharing mengenai proses kreatif menulisnya masing-masing, kesulitan apa yang mereka lalui, inspirasi, dan berbagi tips mengenai cara-cara mereka memasarkan buku-buku karya mereka.

Berikutnya adalah giliran para peserta acara Pesta Penulis yang naik panggung. Mereka yang penulis dan sudah menerbitkan buku diberi waktu 3 menit untuk mempromosikan buku mereka. Turut berbagi adalah para perwakilan penerbit.

Ali Muakhir membawakan presentasi mengenai artinya menjadi seorang penulis, terutama menjadi penuli buku anak-anak. Ia menceritakan mengenai proses kreatifnya, pengalaman, hingga bagaimana ia harus memahami psikologis pembacanya, yaitu anak-anak.

Acara dilanjutkan dengan peluncuran buku Anthologi Puisi oleh komunitas PenulisLepas.com yang dimotori oleh Epri Tsaqip dan Jonru. Mereka turut mengundang kedepan para kontributor buku tersebut, diantaranya yang hadir Hasan Bisri, Dina Octaviana, Mirna Sariningsih dan Arfan Winasis. Mereka juga membacakan beberapa puisi dan menceritakan perjalanan 5 tahun mereka dalam mabuat buku anthologi ini.

Acara ditutup dengan wejangan sedikit wejangan dari saya dan perwakilan Telkom; Chris Widya. Kami mengumumkan akan melakukan acara serupa sebisanya ke lain daerah dan menjadikan acara Pesta Penulis ini event tahunan dan bulanan.

Pesta Penulis 2011

16 Feb

Penulis buku, cerpen, bloggers, alumni dan peminat menulis berbahagialah!!

Writers Academy bersama dengan komunitas Penulis Lepas (penulislepas.com) akan mengadakanPesta Penulis 2011 pada 26 Februari 2011 di Aula Telkom Jakarta Barat Lt 7, Jalan S.Parman, Jakarta Barat, pukul 13.00 s/d selesai.

Acara ini akan diramaikan dengan adanya sharing dari para penulis dari berbagai genre seperti novelisAdhitya MulyaAli Muakhir, penulis buku best seller Ligwina Hananto dan penulis buku-buku self help dengan 18 best seller Ning Harmanto.

Bagi anda penulis yang ingin mempromosikan buku terbaru anda, datang saja ke acara ini, akan ada sesi bagi para penulis yang ingin memperkenalkan bukunya. Bawalah buku anda!

Selain itu juga ada peluncuran buku Antologi Puisi hasil karya keroyokan komunitas penulislepas.comselama 5 tahun, serta peluncuran dari Writers Academy sendiri serta ajang kopdar bagi para alumninya. Tak lupa Writers Academy akan membagikan hadiah beasiswa belajar senilai 9 juta rupiah.

jadi tunggu apa lagi? Ayo daftarkan kehadiran anda.

Tiket:
- Rp.50.000 (paling lambat 25 Februari)
- On the Spot Rp.55.000 (sewaktu hari-H)
(Tiket termasuk snacks)

Hubungi 021-97056247 untuk informasi pendaftaran.

Tags: , , ,

“You Complete Me…”

14 Feb

Here’s a short tip. When starting a business on your own or with friends, don’t go out there and try to act like you are Superman or the XMen. Network, socialize and make partnerships with other business owners like you. Inspect your arsenal, cut things that are not critical to your business and not your best at. Let someone else do it and share the profit.

Tags: ,

Smug Move

3 Feb

Blunder yang terjadi di Flickr baru-baru ini dimana seorang admin Flickr menghapus account seorang Pro User (anggota berbayar) dan turut serta menghapus kurang lebih 5000 fotonya. Terlebih Flickr sepertinya tidak dapat mengembalikan foto-foto tersebut karena tidak memilki backup atas account-account yang ada, walau kabar terakhir mereka sedang dalam proses recovery data-data yang terbuang tersebut. Permohonan maaf Flickr sendiri menjadi bulan-bulanan di media online beberapa hari ini, karena mereka hanya bersedia memberikan ganti sebesar 4 tahun gratis Pro account, atau kurang dari $100.

Kejadian yang seharusnya dapat dirubah menjadi publisitas yang bagus bagi Flickr sayangnya ditangani telat dan tanpa pemikiran yang tepat. Di era social network seperti ini dengan cepat word of web menyebar, walau tidak menjatuhkan Flickr secara pendapatan dalam waktu dekat (Flickr masih yang termurah dan berkualitas tinggi dibanding pesaing lainnya), namun cukup serius untuk merusak image mereka.

Bad press ini dilahap dan dimanfaatkan oleh saingan Flickr: SmugMug. Sesuai dengan namanya, dengan Smug (Pongah/Sombong/Bangga) SmugMug.com meluncurkan iklan di beberapa social media seperti Facebook dengan tagline: Flickr Refugee Welcome (Selamat datang para pengungsi Flickr). SmugMug juga menawarkan program Smugglr (penyelundupan) dengan memancing user saingan-saingan untuk bergabung, lalu SmugMug akan menyelundupkan foto-foto dari account lama mereka ke account baru di SmugMug.

Walau PC & MAC sudah lama bersaing dan terang-terangan saling menjatuhkan lewat iklan, CMIIW ini mungkin pertama kalinya social media menjatuhkan secara terang-terangan. Apa ini akan memicu perseteruan persaingan (kotor) iklan antar social media seperti iklan-iklan Burger King terhadap McDonalds atau baru-baru ini Telkomsel terhadap XL?

Only time will tell. Voice your opinions.

Tags: , , ,

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.