Archive | February, 2010

Saya nanya kok kamu minta nomor handphone?

9 Feb

Hari ini gue nelpon sebuah fitness centre, rencananya mo mulai fitness lagi nih (cieh, program menurunkan berat badan, suit..suit…priketiewww). Tapi kok rada aneh ya. Setelah tersambung gue tanya dong:
Gue : “mbak, joining fee dan monthly feenya berapa ya mbak?”
Sales : “nama bapak siapa ya?”
Gue : “Chandra”
Sales : “Pak Chandra nomer HPnya berapa?”
Gue : “Apa hubungan pertanyaan saya dengan nomor hp?”
Sales : “Kami butuh nomor hp bapak”
Gue : “Untuk apa??”
Sales : “Agar dapat kembali menghubungi bapak”
Gue : “Saya tidak suka memberikan nomer hp saya ke orang
lain begitu saja. Monthly feenya berapa?”
Sales : “Tapi saya butuh nomor telpon bapak”
Gue : “Saya gak mau ngasih kok. Saya suka privasi saya”
Sales : “Tapi kami perlu agar dapat memproses pertanyaan bapak”
Gue : “Mbak ini jualan fitness apa tukang minta nomor sih?”
Sales : “….”
Gue : “Sekali lagi, berapa monthly dan joining feenya”
Sales : “Maaf pak, tapi kami butuh nomor bapak untuk data kami”
Gue : “Ya udah mbak, saya cari tempat fitness lain aja”

-hang up-

Ini bukan pertama kali. Banyak hal serupa saat gue telpon minta info. Beda ya kalau restaurant, pas kita mo pesen lewat telpon mereka minta nomor telpon kita biar pasti dan jika kita nipu bisa buat dibawa ke polisi, cuma kalau perusahaan yang kita belum tentu mau menggunakan jasanya. Mau beli kertas aja udah ditanyain dulu nomer hpnya, padahal dijawab aja belum, gak sopan. Maaf, tapi saya gak mau pas meeting tiba-tiba ditelpon oleh kartu kredit X atau produk lainnya dan langsung ngacap nawarin produknya. I only give my personal details with my consent.

Kalau anda memberikan nomer HP anda sebelum dia menjawab pertanyaan anda ataupun tanpa meminta ijin anda untuk boleh ditelpon atau tidak, don’t give them. Its a violation of privacy. Hukum di Indonesia tidak memproteksi itu, jadi proteksilah diri anda sendiri.