Archive | June, 2010

Nongol di Surabaya Post

30 Jun

Dikutip oleh wartawan pada acara FreSh Surabaya (freedom of sharing) yang disponsori oleh Acer, di STIE Perbanas Surabaya. Click gambar untuk ukuran yang lebih besar.

FreSh Surabaya: Reach Your Dream Faster Through Technology

29 Jun

Senin 28 Juni 2010, saya dan Catur berangkat sebagai perwakilan dari FreSh untuk membantu mengisi acara FreSh Surabaya bersama Acer di STIE Perbanas, Surabaya. Acara yang dimeriahkan oleh Igor “Saykoji” itu dihadiri oleh hampir 200 mahasiswa dan undangan. Selain Saykoji, turut hadir ibu Laila Asri yang memberikan insight mengenai usahanya Pourvous Cosmetics dan bagaimana usahanya ia lakukan secara online. Saykoji sendiri menjelaskan bagaimana ia memanfaatkan teknologi untuk membuat musik dan bagaimana ia menggunakan media social networking dan youtube sebagai media dia berekspresi.

Sebagai perwakilan dari FreSh, saya membawakan tehnik-tehnik marketing dan bagaimana mengekploitasi web dan social media sebagai wadah untuk branding dan berjualan, sedangkan rekan saya Catur PW menekankan pada online personal branding.

It was a good show, dan Saykoji benar-benar dapat menghidupkan suasana dengan meminta audience untuk ikut berjingkrak-jingkrak dan ikut nge-Rap.

Ini merupakan event ke-2 untuk FreSh Surabaya, dan saya merasa mereka akan sukses. Saya berharap akan lebih banyak local content dari Surabaya sendiri yang mengisi FreSh Surabaya, biarkan saja kalau pembicaranya amatiran, kita dan mereka (pembicara) harus mulai dari satu titik. Saya yakin ada banyak sekali jagoan di Surabaya, namun mereka belum pede aja unjuk gigi. Itu akan menjadi tugas pengurus FreSh Surabaya untuk menampilkan dan mengangkat mereka.

Good Luck Guys! I know you can do it.

My presentation on FreSh Surabaya can be found here.

Father inlaw’s accident

20 Jun

My father inlaw was hit by a motorcycle on his usual run with his bike club JCC this morning. My father inlaw was cycling on the left side of the convoy when an impatient motorcyclist decided to cut through the 50 bicycle convoy, hitting my father inlaw first and then others. He flew about 4-5 meters from his bike and hit the asphalt.

The result was a broken collar bone, dislocated his hip bone and knee. He is currently stable, concious and hospitalized. We hope he makes a speedy recovery. Mohon do’anya agar bapak cepat sembuh. Terima kasih.

Kami sekeluarga berterima kasih kepada bapak Subronto Laras dan keluarga besar Jakarta Cycling Club JCC yang telah membantu bapak ke rumah sakit dan mengurus pelaku tabrakan.

Social Entrepreneurship: From one to many

12 Jun

Sudah kurang lebih 10 tahun saya mendirikan dan bekerja pada perusahaan sendiri, dan kurang lebih 3 tahun belakangan ini saya bergerak untuk meciptakan lebih banyak entrepreneur di Indonesia, namun baru kali ini saya menemukan mahluk bernama Social Entrepreneurs. Pada tanggal 7 Juni 2010 lalu, saya diundang oleh British Council untuk mempelajari lebih dalam mengenai Social Entrepreneurship dari seorang ahli asal Social Enterprise Europe; Cliff Southcombe. Workshop pelatihan pelatih tersebut diadakan di Kemang dan didanai oleh Arthur Guinness Fund (AGF).

Social Entrepreneurship bukanlah sebuah hal yang baru. Jika anda tahu akan keberadaan perusahaan Mondragon atau klub sepakbola Barcelona FC, mereka itu merupakan social enterprise. Dalam sejarahnya, bentuk dan ide dari social enterprise sendiri tercatat sudah ada sejak pertengahan abad ke-19 di Inggris. Bentuk itu kemudian berkembang di abad ke-20, tercatat pionir-pionir antara lain John Durand, Jack Dalton, Mimi Silbert dan Professor Muhammad Yunus [1].

Namun mahluk apakah Social Entrepreneur itu?
Social Entrepreneur adalah seoran inisiator atau sekumpulan orang dalam satu komunitas yang mendirikan sebuah usaha bersifat co-operative dengan tujuan sosial namun juga profit oriented dan sustainable. Usaha yang dibuat itu bernama Social Enterprise. Walaupun “profit oriented”, namun profit tersebut digunakan untuk membuat sebuah community wealth atau kekayaan masyarakat, serta meminimalisir keluarnya uang dari masyarakat sehingga meningkatkan perekonomian setempat.

Berbeda dengan koperasi yang sudah ada, sebuah social enterprise secara kepemilikan dan kuasa ditangan masyarakat yang membangunnya beserta mitra-mitranya. Mereka yang bekerja untuk sebuah social enterprise mendapatkan gaji, sebagian profit digunakan untuk membangun perusahaan, dan sebagian lagi digunakan untuk memajukan daerah dan masyarakat atau untuk mendirikan sebuah social enterprise baru yang menangani bidang yang lain.

Optimalnya sebuah social enterprise menjadi professional dalam satu bidang dan bukan menjadi sebuah usaha yang bergerak di banyak bidang, sehingga lahir banyak social enterprise dalam satu lingkungan masyarakat, mengurangi pengangguran dan setiap social enterprise menjadi usaha yang ahli pada bidangnya. Jika memang perlu, social enterprise yang pertama dapat menjadi sebuah holding company untuk social enterprise lainnya.


[1] A Reader in Social Enterprise – Sealey, Boschee and Emerson, 2000.

Like father like daughter

11 Jun

Alhamdulillah, anakku menjadi juara kelas di sekolahnya. Sepertinya bakal ngumpulin piala kayak bapaknya. She came in second, which is good enough. Gue juga lebih sering jadi juara 2 dan 3, malah menurutku itu bagus karena dengan begitu semoga dia menjadi semangat supaya terus berupaya menjadi yang terbaik dan tidak cepat puas.

She’s starting kindergarten this year, I’m not going to tell her to be number one next time, I just want her to do her best and maybe she’ll surprise me again with a trophy or just by being herself. She’ll always be a champ to me.

My new title: English Language Assessor

5 Jun

Its official, hari Jum’at lalu saya mendapatkan email yang menyatakan bahwa saya lulus dan diterima menjadi Assessor Bahasa Inggris. Dibawah naungan Departemen Kementrian Pendidikan Republik Indonesia dan Lembaga Pendidikan Non-Formal (LPNF), tugas saya adalah menguji masyarakat Indonesia yang ingin mendapatkan sertifikat kompetensi bahasa Inggris. Saya bertugas pada LSK BiG yang berada dibawah naungan LPNF khusus untuk melayani sertifikasi bahasa Inggris di Indonesia.

Ternyata 3 hari mengikuti tes di puncak pas dihari saya ulang tahun itu ada berkahnya juga. Alhamdulillah saya lulus pada urutan pertama dengan nilai tertinggi. Tapi saya jadi berfikir, apa ini artinya kini saya seorang pegawai negeri kah??

Well, wish me luck in my new responsibility.