Purchase Order, next best thing to a contract

2 Sep

Purchase Order atau surat pembelian merupakan sebuah surat yang dikeluarkan oleh purchasing guna pengadaan barang atau jasa dalam sebuah perkantoran. Dengan kata lain, sebuah Purchase Order (PO) itu sama saja dengan perintah kerja atau perintah pembelian sebuah barang.

Walau bukan kontrak, namun sebuah PO setidaknya memiliki legitimasi yang hampir serupa, yaitu bukti penunjukkan (siapa yang diberi kuasa untuk mengerjakan) serta pemesanan. Hal ini setidaknya cukup untuk mewakili bukti terjadinya sebuah penunjukkan oleh satu perusahaan ke individu (freelancer) atau perusahaan lain untuk melakukan sesuatu yang sudah disetujui oleh pihak pemberi perintah.

Bedanya PO dengan kontrak tentunya ada pada detail. Walau spesifik dalam penunjukkan serta jasa atau barang yang dibeli dalam sebuah PO, namun bagaimana pengerjaannya masih bersifat universal atau tanpa pakem yang jelas. Tidak ada klausa-klausa kecil yang melindungi seperti: “Jika materi pekerjaan belum masuk hingga 2 minggu setelah kontrak, maka dikenakan biaya waiting period sebesar X”.

So, sebuah PO mungkin next best thing to a contract, but nothing covers you more than a contract. Seriously, make a contract to tighten and seal the deal. Jangan sampai terlena karena sudah dapat PO, karena sebuah PO hanya dapat melindungi pekerjaan anda sampai titik tertentu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: