Cara mendapatkan client secara offline (battle proven concept)

6 Sep

I should charge you all for this advice, ini adalah jawaban untuk pertanyaan yang selalu menjadi pertanyaan para newbie freelancers ataupun entrepreneurs. Pertanyaan yang mereka malu saat saya minta ada yang bertanya pada sesi seminar atau training, eh pas istirahat ketemu saya secara personal dan bertanya. Jadi simak dan pahami baik-baik.

Pernahkah anda jatuh cinta hingga anda harus bisa mendapatkannya?

Kalau belum pernah, kasiaaaan deh lu. Tapi pasti anda pernah ingin sekali menarik perhatian seseorang, entah itu teman, guru, ortu, atau siapapun. Atau mungkin anda pernah jatuh cinta pada sebuah mainan di toko dan ingin sekali mendapatkannya. Well its the same thing, mendapatkan client akan membuat anda melakukan hal-hal yang anda lakukan untuk mendapatkan cinta tersebut. Setidaknya artikel ini selain untuk mendapatkan client bisa juga untuk mencari cinta bagi para jomblo diluar sana.

Who Do You Love? And Why?
Pertama-tama ya anda harus punya target dong. Jangan sok jadi Cassanova dan mempersolek diri sendiri tanpa tujuan, ada juga bakal dikira anda aneh atau banci. Anda itu mau mendekati siapa? Pilih client dan pekerjaan yang menjadi incaran anda secara spesifik. Ingat, “spesifik”. Kalau gak mampu jangan sok jadi Jack of All Trades (si Asmagada), be a professional at what you do, jadi pilih benar pekerjaan yang jadi incaran anda selain siapa clientnya.

Contoh: “Saya ingin sekali bekerja sama dengan PT.Sedna untuk melakukan pekerjaan di bidang HTML5 programming.”

Yup, be that specific. Sama seperti kalau anda pengen mencintai seseorang: “Saya ingin dicintai oleh si Cindy karena kita sama-sama punya interest di bidang karambol”. Jangan ketawa luh, it works.

Kalau Gak Kenal, Maka Gak Sayang
Setelah tahu targetmu, ya kenalan dong! Gimana kamu mau cinta sama si Cindy kalau kamu gak tahu sedikitpun tentang dia. Main jadian aja ternyata dia dah punya cowok, atau ternyata ada tatonya di punggung bertuliskan 666. Sama juga dengan potential client anda.

Mulainya dari mana?? Ah gaptek banget luh, di google, yahoo atau bing dulu kek. Mudah2an ada artikelnya di Wikipedia. Kalau gak ada secuil artikel tentang perusahaan mereka di web, you need to re-think your priority. Ok, seorang wanita yang misterius tentunya menggoda, tapi kalau sebuah perusahaan yang tidak ada orang kenali atau mencoba memperkenalkan diri, you need to re-think apakah akan baik untuk portfolio anda. Atau mungkin akan menjadi business opportunity bagi anda? You make the call.

Ngaca, Poles Penampilanmu, Be Prepared
Ya lu kan gak mungkin nge-gembel untuk bertemu dengan si Cindy. Setidaknya ya atraktif. Kalau sudah kenal target anda, ya sesuaikan penampilan anda. Kalau mau ke client yang berhubungan dengan musik ya jangan pake jas dan dasi, kalau mau ke client yang sangat corporate ya jangan juga nge-jeans dan beroblong-ria. You may have to look fake, but your intentions should never be fake.

Selain itu bawa hal yang mencerminkan profesionalitas kamu, seperti misalnya company profile yang telah didesain secara bagus (Butuh desain bagus? Hubungi saya *wink*) dan merepresentasikan bahwa kamu professional. Isi lengkap dengan portfolio, surat-surat rekomendasi dari client lama, NPWP, surat-surat legalitas usaha (kalau ada) atau surat berkelakuan baik dari pak RT kalau perlu (dan dibutuhkan oleh client, tau client dari mana? Wah lo ngga’ nyimak, ayo baca dari awal!).

Ya kalau mau ketemu Cindy jangan bawa surat dari client lama (maksudnya surat dari pacar lama), bawlah yang dia sukai seperti bunga, coklat, atau kalau dia penggemar gaple ya bawa kartu gaple lah.

Kenalan Dong, Nama Saya…
Next step, ya kenalan. Approach Cindy dengan segala cara. Mungkin kamu akan bertemu dengan bapaknya yang kumisan, coba deh ajak main catur (film Rano Karno banget), siapa tau setelah itu bisa ketemu ama si Cindy.

Hal sama harus anda lakukan ke client. Makanya gue suruh pelajari dulu, lu tuh mo ngapain? Jangan main dateng ketemu Satpamatau receptionist untuk minta ketemu bos perusahaan, ada juga antara diketawain atau disuruh duduk di ruang tunggu sampai tahun depan (mengusir pelan-pelan).

Kadang kala dalam urusan cinta *halah*, kita kudu pendekatan yang amat spesial pake telor. Untuk apa saja pendekatannya gue gak akan buka semua (mau tau semuanya, dateng dong ke workshop gue, hehehe), but I’ll give you one.

Bikin surat pengantar dulu dan kirim beserta portfolio anda ke departemen yang ingin anda tuju. Bisa ke Marketing, Sales atau ke Purchasing. Minta waktu untuk presentasi di surat itu. Selain itu coba lakukan…. oops, ntar aja pas workshop🙂

Give Her A Big Show!
Kalau dah berhasil dikasih waktu untuk presentasi, ya lakukan yang terbaik. As I said, dress accordingly dan coba kamu presentasikan dirimu dalam 5 menit, satu menit kalau bisa. Mereka sudah sering ketemu orang kayak kamu, jadi jangan sampai over present. Mereka gak butuh teori ini itu, tapi apa yang bisa kamu kerjakan, how fast and how much.

Sama lah kayak si Cindy, gadis bahenol yang menjadi pujaan para lelaki sekampung. Dah sering dia ketemu cowok yang ngomong gombal, mendingan dia kenalan sama orang yang gak tertarik pada dia (pura-puranya) tapi bisa memberikan apa yang dia inginkan tanpa basa-basi: “Eh katanya lo demen main gaple, gue lagi pas bawa kartu gaple nih segepok…”

The Proposal
Kalo dah kenal dan bikin target seneng, jangan lama-lama nembaknya mas, langsung aja bilang: “Cindy sayang, pacaran yuk!!”. Kalo kelamaan lupa. Mahluk Corporat dan remaja macam Cindy itu punya attention span yang pendek, jadi secepatnya tawarin lo maunya apa. My ending statement is usually: “Saya berharap kita dapat bekerja sama dalam waktu dekat ini” atau “Saya menunggu kabar baik dari bapak-bapak”. Melancholy? F*c# You, ini namanya cari kerja, jangan sok cool deh. Gue dodol bin bocor kalau di luar, tapi di board room gue kayak CEO yang udah kerja ratusan tahun, attitude matters.

And if you forget, kita hidup di dunia yang kata pak guru itu dah Globalisasi, semuanya serba cepat, jadi ya get your point across as fast as you can.

Last Note
Kalau urusan cinta, nembak sekali aja (kecuali putus), kalau soal client, lakukan terus menerus sampai dapat coy. Gue gak pernah bilang kan kalau ini bakal mudah. Good luck!

One Response to “Cara mendapatkan client secara offline (battle proven concept)”

  1. Richard June 22, 2012 at 12:37 pm #

    wuss, manteb nih infonya. bagus untuk referensi bagi yang ingin memulai usaha. kebetulan ane juga mau mulai usaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: