Melindungi Hak & Kekayaan Intelektual

20 Oct

Bayangkan jika anda memiliki sebuah usaha yang telah berjalan dan berkembang dibawah payung merek yang anda buat, dan tiba-tiba ada pesaing yang membuat usaha dengan nama yang sama? Apa yang akan anda lakukan?

Jika anda tidak memiliki hak intelektual atas merk yang anda buat, sah-sah saja bagi pesaing anda untuk melakukan itu, bahkan dia bisa juga mengklaim hak intelektual tersebut dan merebut kerja keras anda yang telah membesarkan nama merek tersebut. Bikin bete gak tuh?

Tak hanya pada merk, ini juga bisa terjadi pada produk anda yang dijiplak bentuk, kemasan, bahkan source code software atau website anda. Itu semua merupakan sebuah kekayaan intelektual yang harus dilindungi yang kuat dengan cara diakui dan tersertifikasi sehingga kuat dan sah secara hukum. Caranya tidak sulit dan tidak mahal.

Hari Senin lalu, saya mendaftarkan beberapa merk dan produk  yang saya ciptakan. Dua merk yang saya daftarkan adalah bentuk logo dan type, sedangkan produk yang saya daftarkan adalah proses kerja/bentuk dari produk itu sendiri.

Hal pertama yang saya lakukan adalah menghubungi pengacara/advokat yang mengurusi soal hak cipta, paten dan kekayaan intelektual, atau seorang konsultan HKI. Lakukan konsultasi by phone, nanya-nanya gak bayar kok. Setelah itu minta dikirimi checklist berisi apa saja yang perlu dipersiapkan via email. Isi dari checklist berbeda-beda sesuai dengan apa yang ingin anda lindungi. Contohnya, bila merek dagang, salah satu yang dipersiapkan adalah logo book berisi 30 logo anda dengan semua ukuran logo dari 2×2 cm hingga 9×9 cm, bila software ya source code dan mapping software anda.

Selain itu siapkan fotokopi KTP & NPWP, fotokopi akta pendirian (jika perusahaan), serta surat kuasa dan pernyataan yang telah ditandatangi oleh pemohon kepada sang pengacara dengan materai 6000 rupiah serta tanda tangan anda. Thats it on your part.

Setelah itu, pengacara akan melakukan pemeriksaan pendahuluan (cross reffrence) atas merk, dilihat apa sudah ada atau belum, ada yang mirip atau tidak, dll. Jika belum ada, maka pengacara akan segera meregistrasi merek anda. Setelah teregistrasi, anda dapat mencatumkan tanda Registered yang berbentuk ® pada logo anda, atau Copyright yang berbentuk © pada software, buku atau lainnya yag anda daftarkan.

Secara sah, merk atau produk sudah terdaftar atas nama anda, namun secara sertifikasi belum. Karena proses sertifikasi dilakukan oleh pemerintahan kita, dan kita tahu seberapa “cepat” mereka bekerja, sertifikat merek baru keluar paling cepat 24 bulan dan paling lama 36 bulan. Bikin geleng gak tuh.

Dalam seminar mengenai merek dagang yang saya ikuti saat Pekan Produk Kreatif Indonesia 2010 lalu, hal tersebut saya tanyakan kepada petugas pemerintahan yang bertugas. Katanya waktu yang dibutuhkan lama karena harus mencocokkan satu persatu dengan berkas-berkas logo lain. “Kita harus bongkar bentuk logo dari lemari pak, petugas kami mencocokkan satu sama lain”, katanya. Kalau ini tahun 80an itu jawaban oke deh, sekarang dah Abad ke 20 mas, pake komputer dan server dong, invest software untuk matching image data, please deh. Oh well, pantesan sering kecolongan.

Oke, walau sertifikatnya lama, setidaknya sudah terdaftar dan dimata hukum Indonesia itu sudah sah, dengan kata lain produk atau merek anda sudah terlindungi oleh payung hukum dan valid secara nasional maupun internasional. Jika terjadi pelanggaran hak cipta, hubungi saja pengacara yang mengurus proses registrasi anda dan mereka akan senang hati membantu menuntut hak anda.

Biaya yang perlu dikeluarkan untuk proses registrasi (per 2010) adalah:

  • Biaya pemeriksaan (per merek/produk): Rp.100.000
  • Biaya pendaftaran dan registrasi: Rp.600.000 (pemerintah) + Rp.550.000 (jasa pengacara)
  • Sertifikat Merek: Rp.100.000 (pemerintah) + Rp.100.000 (jasa pengacara)

Jadi totalnya sekitar Rp.1.450.000, belum termasuk PPN 10% dan biaya lain seperti fotokopi dll jika ada.

Gak mahal lah, apalagi untuk ukuran perusahaan atau bisnis dibanding dengan resiko diklaim orang lain, ini receh. Jadi tunggu apa lagi? Gih sono daftar sebelum merek atau produk anda diklaim tetangga…eh…pesain anda.

5 Responses to “Melindungi Hak & Kekayaan Intelektual”

  1. Nadya Fadila October 20, 2010 at 11:59 pm #

    Bermanfaat banget ni Mas Chandra!
    Thanks.

  2. Dewi October 21, 2010 at 1:55 am #

    Informasi yang bagus, mematahkan mitos bahwa mengurus hak cipta dan paten itu susah. Harus dibawakan dalam FreSh nih mas. Oh ya, kapan acara Fresh berikut?

    TFS!

  3. Fikri October 21, 2010 at 2:07 am #

    terima kasih bang chandra, saya mencari-cari artikel soal ini kemana-mana, eh nemunya di blog abang. thanks for sharing, semoga makin sukses deh bang. cayo!

  4. mely October 21, 2010 at 3:45 am #

    Like this *jempol

  5. Rika Eridani October 21, 2010 at 5:00 am #

    informatif, thanks 4 sharing. sepertinya harus segera bikin hak paten untuk semua kerjaan gue nih, hehehehe…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: