FreSh: Teknologi Nasional

24 Aug

FreSh bulan Agustus 2011 ini awalnya akan membahas mengenai sebuah hari nasional yang tidak banyak diketahui oleh bangsa yang memiliki hari nasional tersebut. HaKTekNas atau Hari Kebangkitan Teknologi Nasional adalah hari nasional yang telah dirayakan selama 16 tahun lamanya, sejak pesawat N250 mengudara. Tapi kok kebanyakan dari kita baru tahu ada hari nasional seperti ini.

Kami ingin berbicara dengan mereka yang aktif dengan perkembangan teknologi di Indonesia, pembicara pada malam itu adalah saudara Dimas Sandy Yuditya dari Business Innovation Center PUSPIPTEK, bapak Muhammad Nuh dari Cyber Crime Polri, dan beberapa alumnus Erasmus Mundus (program beasiswa Uni Eropa). Sayangnya dikarenakan surat izin tugas bapak Muhammad Nuh tidak kunjung keluar dari PusLabFor Polri untuk bicara di FreSh, beliau tidak jadi hadir dan berbicara di acara malam itu.

Bertempat di sebuah restoran di Citywalk Sudirman, FreSh kali ini dibuka oleh Catur PW yang menjelaskan mengenai FreSh itu sendiri, dilanjutkan dengan presentasi mengenai beasiswa Erasmus Mundus oleh ibu Destriani Nugroho dari perwakilan Uni Eropa.

Beasiswa Erasmus Mundus adalah beasiswa tidak terikat yang diberikan oleh Uni Eropa kepada mahasiwa non Uni Eropa. Uniknya dari program beasiswa Erasmus Mundus ini adalah kesempatan untuk belajar di berbagai negara Uni Eropa dalam satu mata kuliah. Efrian Muharrom, alumnus Erasmus Mundus yang kini bekerja sebagai Research Officer untuk CIFOR (Centre for International Forestry Research) menjelaskan pengalamannya selama mengambil program pasca sarjana bersama Erasmus Mundus. Ia belajar di 9 universitas berbeda di Uni Eropa, dari Finlandia di utara hingga Spanyol di selatan Eropa.  Ia benar-benar mendapatkan kesempatan untuk melakukan riset dari berbagai macam perhutanan di seluruh Eropa, dari yang beriklim dingin hingga yang mediterania. Ijazahnya pun ditanda-tangani oleh 9 dekan universitas dimana ia belajar.

Hal serupa juga dirasakan oleh dua alumni Erasmus Mundus yang berbicara malam itu: Dina Mariana dan Yansen Darmaputra. Mereka berkuliah di berbagai universitas sehingga dapat memanfaatkan pengalaman pendidikan terbaik yang dapat diberikan oleh Eropa. Untuk informasi lanjut mengenai program Erasmus Mundus, anda dapat mengunjungi website mereka disini.

Berikut adalah saudara Dimas Sandy Yuditya liaison officer dari Business Innovation Centre (BIC) PUSPIPTEK.  Beliau menjelaskan peran Kementrian Riset dan Teknologi dalam membentuk kemajuan teknologi di Indonesia, khususnya BIC yang merupakan wadah yang menghubungkan hasil riset atau inovasi dengan bisnis.

Peran BIC sendiri adalah penghubung antara inventor dengan investor, dan seringkali BIC sendiri bertindak sebagai investor dalam memproduksi mesin yamg diciptakan dari riset agar menarik calon investor besar. 3 tahun terakhir ini BIC telah meluncurkan buku direktori 103 hasil riset dan inventor tanah air guna menarik investor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: