Archive | January, 2013

R.I.P Salingsilang.com

10 Jan

SalingsilangSalah satu media informasi sosial media Indonesia secara resmi menutup usia hari ini. Dalam blog resminya, salingsilang.com memberikan pernyataan farewell. Didirikan pada tahun 2009, bagi anda yang awam, salingsilang adalah sebuah media yang memantau dan membahas social media Indonesia, lebih khususnya adalah percakapan melalui kanal-kanal social media yang tersedia di Indonesia. Salingsilang juga menghost beberapa komunitas yang menjadi partner mereka dan nama dibelakang beberapa kegiatan social media seperti  seperti Koin Keadilan Prita, Pos Langsat, Obrolan Langsat, dan Social Media Festival. Tak lupa juga beberaa fasilitas yang diberikan salingsilang seperti facebook index yang memberikan direktori facebook Indonesia yang dibagi dalam berbagai kategori.

Salingsilang sendiri sudah beberapa bulan sebelum ini vakum, posting terakhir dilakukan pada November 2012 dan banyak orang sudah berspekulasi apa yang sedang terjadi. Salah satu tokoh dan pendiri salingsilang, Enda Nasution, enggan memberikan jawaban atas kenapa bubarnya salingsilang, namun dari beberapa informasi (baca: gossip) terjadi perselisihan pendapat dan kemauan antara para pemegang saham.

Mundurnya salingsilang dari dunia social media Indonesia tentunya amat disayangkan, namun tentunya tidak menyurutkan atau memundurkan social media di Indonesia. Mari kita jadikan pukulan awal 2013 ini sebagai cambuk untuk maju dan berbuat lebih hebat lagi di masa depan. Farewell salingsilang dan terima kasih.

Bagi saya, pertanyaan terbesarnya adalah: “Itu salingsilang engine dikemanain??”

Rencana Kemenkeu Menambah Pajak 1% dari Revenue untuk UKM

9 Jan

Kemenkeu

Rencana dirjen pajak Kemenkeu untuk memberlakukan penambahan pajak pada UKM pada 2013 ini diumumkan pada Senin 7 Januari 2013 sebagai alasan untuk memaksimalkan pendapatan pajak, atau dengan kata lain penambahan pajak ini hanya karena pemerintah ingin memajaki UKM semaksimal mungkin.

Hal ini tentunya menuai berbagai kritik. Semalam saat saya berkunjung ke Comma, Rene Suhardono dengan lantang berkata bahwa hal ini harus dilawan. Indonesia setidaknya membutuhkan 4,4 juta entrepreneur, dan saat ini hanya kurang dari 10% yang terpenuhi. Banyak khalayak mencoba membangkitkan semangat masyarakat untuk menjadi entrepreneur sehingga menambah lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran serta tentunya menambah penghasilan negara lewat pajak. Pengusaha UKM yang sudah dikenakan pajak pendapatan dari penjualan produk serta pajak penghasilan pribadi akan ditambahkan beban pajak 0,5% s/d 1% dari revenue (pendapatan kotor) setiap tahunnya. Sebagai seorang anggota HIPMI Jaya yang aktif mengajak orang untuk menjadi entrepreneur dan pengusaha UKM, Ario Pratomo hanya bisa berkata “Gimana caranya dengan aturan begini??”

Untuk anda yang tidak setuju akan rencana Kemenkeu ini, silahkan tanda tangani petisi di Change.org ini. Hopefully kita bisa melakukan perubahan.

News Source: Antara/Yahoo.com, DailySocial

Penipuan Lewat Telepon

7 Jan

phone scamSemalam dapat telpon dari nomor yang tidak dikenal, here’s the story:

Caller: Selamat malam pak, maaf mengganggu waktu bapak, kami dari [sebuah nama telco] ingin memberikan selamat dan menyampaikan kabar gembira kepada bapak. Boleh saya mendata nama bapak?

Gue: Lha, mas kan dari perusahaan telco, masa’ nelpon saya gak tahu saya siapa? Memangnya tidak ada databasenya?

Caller: Untuk mempercepat bapak, saya bicara dengan siapa?

Gue: Lha cek dong database kamu, kamu nelpon siapa. Kamu bilang saya menang kok kamu gak tahu saya siapa, apa kamu milih pemenang cap-cip-cup asal pencet nomor telepon? Gimana akuntabilitasnya? Reportingnnya gimana? Coba cek saya siapa.

Caller: (nada bete) Sebentar ya pak… (jeda sebentar) bapak berada di daerah Jawa Barat?

Gue: *Tutup Telpon*

Please ya mas-mas dan mbak-mbak penipu diluar sana, cari pekerjaan yang halal dan berkah. Bagi anda diluar sana yang awam, perhatikan kejanggalan penelpon. Jangan pernah memberikan nama anda di telepon pada orang yang anda tidak kenal. Orang yang mengatas namakan perusahaan biasanya akan menyebut nama dahulu “Apa betul saya berbicara dengan bapak/ibu…” sebelum melanjutkan pembicaraan karena mereka dihitung MPI (minutes per interaction), jadi mereka gak akan menghabiskan waktu berbicara pada seseorang yang bukan di list mereka.

Memberikan nama atau informasi lain bisa berakibat identity theft atau mungkin hipnotis. Audzubillahhimindhalik.

One Pound Fish Man

2 Jan

Pernah posting tahun lalu mengenai soft selling yang cerita sedikit mengenai One Pound Fish Man. Pagi tadi dapat link dari Sarita Sutedja kalau ada music videonya. 11 million hits since December 10th, mantap juga. Lo bisa beli lagunya di iTunes pula, harga lagunya 1 pound juga gak ya? Hahaha.

Congratulations mr.Muhammad Shahid Nazir or One Pound Fish Man, buy 5 get 6 at 1 pound each?
Check it out, come on ladies, come on ladies…

Jakarta: Worlds #1 Tweeting Capital

1 Jan

Forbes

Happy New Year everyone, this is my first blog post in 2013.
Victor Lipman’s article on Forbes just before 2012 closed was a surprise to many, Jakarta is currently the #1 tweeting city in the world. And if that isn’t enough, Bandung is the 6th tweeting city in the world. Although the data or news isn’t something new to those working in digital and social media (as Semiocast launched a similar finding on July 2012), but with 2 notches on the top 10 belt, Indonesia though positioning between 2nd and 3rd place in world’s most active twitter user, is proven over and over again as Asia’s consumer of social media.

As a life student and observer of human behaviour and culture, for me social media is just an extension of Indonesian’s social culture. Social media is an enhancement of that, and that is why it is so accepted and excelled here as it is in Japan and other countries with cultures that is high on socialization.

Another influence is the growth of the Indonesian internet penetration through mobile phones. Having a mobile device is a must, and now even most of the cheapest ones have facebook and twitter capabilities. Its not surprising that in 2012 a lot of mobile social media gotten their first adopters from Indonesia.