Archive | Entrepreneurship RSS feed for this section

Entrepreneur 101 Talks

12 Aug

e101coverpicSetelah menjual Sedna pada pertengahan 2011, saya tidak merasa sepenuhnya menjadi seorang Entrepreneur lagi walaupun masih ada 2 usaha yang saya jalankan. Waktu saya lebih banyak bekerja untuk orang lain dibanding usaha saya sendiri, oleh karena itu titel entrepreneur tidak pantas saya sandang.

Namun masih banyak teman-teman dan adik-adik yang bertanya mengenai entrepreneurship, bahkan ingin bertemu atau membuat seminar kecil mengenai hal tersebut. Aneh rasanya kalau seorang yang kini sedang menggali ilmu dahulu sebagai pegawai kantoran memberikan ceramah mengenai entrepreneurship. Agak munafik.

Namun keinginan membagi ilmu dan hasrat saya untuk menjadikan Indonesia negara dengan banyak entrepreneur dan memiliki kelas menengah yang kuat tetap ada, dan hal ini saya bicaran dengan ayah saya yang memang sejatinya seorang Entrepreneur. Akhir dari pembicaraan kita berujung pada sebuah persetujuan. dimana kita ingin mempertemukan mereka yang ingin belajar menjadi entrepreneur dengan mereka yang sudah sukses menjadi entrepreneur. Kebetulan kenalan kami di dunia entrepreneurship cukup luas. Kita undang saja dari tukang jualan tempe sampai pemilik pabrik untuk berbicara dalam sebuah wadah yang kita namakan Entrepreneur 101 Talks.

101 adalah kode untuk kelas paling dasar, karena tujuan dari acara yang kita buat ini adalah menyemangati dan meyakinkan impian teman-teman yang ingin menjadi entrepreneur dengan mendengarkan sepak terjang mereka yang telah menjadi entrepreneur, dan juga mungkin mencuri sedikit ilmu-ilmu dari mereka.

Acara Entrepreneur 101 sudah berjalan 2 kali. Kita jalankan pertama kali di bulan Ramadhan 1434H agar berkah dan bisa berjalan lancar. InsyaAllah acara ke-3 akan dilaksanakan pada 22 Agustus 2013 besok. Ikuti perkembangannya di facebook kami: https://www.facebook.com/Entrepreneur101ID

Berikut adalah cuplikan video acara Entrepreneurship 101 Talks yang ke-2 bersama CEO TFA Media Pank Agung Pamungkas mengenai sepak terjang beliau mendirikan sebuah production dan media house.

Rencana Kemenkeu Menambah Pajak 1% dari Revenue untuk UKM

9 Jan

Kemenkeu

Rencana dirjen pajak Kemenkeu untuk memberlakukan penambahan pajak pada UKM pada 2013 ini diumumkan pada Senin 7 Januari 2013 sebagai alasan untuk memaksimalkan pendapatan pajak, atau dengan kata lain penambahan pajak ini hanya karena pemerintah ingin memajaki UKM semaksimal mungkin.

Hal ini tentunya menuai berbagai kritik. Semalam saat saya berkunjung ke Comma, Rene Suhardono dengan lantang berkata bahwa hal ini harus dilawan. Indonesia setidaknya membutuhkan 4,4 juta entrepreneur, dan saat ini hanya kurang dari 10% yang terpenuhi. Banyak khalayak mencoba membangkitkan semangat masyarakat untuk menjadi entrepreneur sehingga menambah lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran serta tentunya menambah penghasilan negara lewat pajak. Pengusaha UKM yang sudah dikenakan pajak pendapatan dari penjualan produk serta pajak penghasilan pribadi akan ditambahkan beban pajak 0,5% s/d 1% dari revenue (pendapatan kotor) setiap tahunnya. Sebagai seorang anggota HIPMI Jaya yang aktif mengajak orang untuk menjadi entrepreneur dan pengusaha UKM, Ario Pratomo hanya bisa berkata “Gimana caranya dengan aturan begini??”

Untuk anda yang tidak setuju akan rencana Kemenkeu ini, silahkan tanda tangani petisi di Change.org ini. Hopefully kita bisa melakukan perubahan.

News Source: Antara/Yahoo.com, DailySocial

The Art of Soft Selling on Social Media

13 Sep

When you are a company that represents a brand or product on social media, its all about soft selling. Conventional methods won’t work much here, you’ve got to think a little bit outside the box. In social media, content is king. Whats the use of having 1 million followers if your content is straight-in-your-face hard sell? They’ll ignore your content or worse quit as a follower.

An example is how this Internet sensation Muhammad Shahid Nazir, a fish vendor at Queens market in Upton Park, London, who is now currently known for his singing sensation video courtesy of one of his customer: Collin Miller, showed us how he sells his fish. The lyric in what he sings may be hard selling, but the package he delivers is a soft selling content.

The Indian/Pakistani tune, the way he entertains people and how he drives them with great deals. If it was social media, he probably would get 6 million fans, and he did. Collin’s video has been seen by roughly 6 million viewers on Youtube, and Muhammad Shahid Nazir or known best as the One Pound Fish Man, have proppeled into stardom.

 

 

So yeah, content is important. It whats makes your fans and followers stay, read, may even become evangelists. If the content is really good, it may even get to be viral like One Pound Fish Man here.

Entrepreneur Mama

19 Apr

Minggu 17 April 2011, saya diundang oleh komunitas The Urban Mama untuk menjadi moderator dalam acara Entrepreneur Mama, sebuah acara yang bertujuan memotivasi para anggotanya; dalam hal ini para ibu-ibu, untuk memulai usaha sendiri.

Hadir sebagai pembicara pada hari itu adalah teman baik dan business partner saya Aulia Halimatussadiah (Ollie), Nuniek Tirtasari dan Dini Sembiring. Masing-masing adalah business woman sukses yang memiliki pengalaman hebat dalam mambangun usaha mereka.

Pertama berbicara adalah Ollie yang membawakan presentasi mengenai awal mula ia mendirikan usahanya kutukutubuku.com, sebuah toko buku online. Beliau menceritakan bagaimana ia memulai saat masih menjadi karyawan disebuah perusahaan IT bersama partnernya Angel, bagaimana passionnya pada dunia penulisan dan literatur membawanya untuk membangun usahanya, tantangan yang ia hadapi terutama saat keluar dari kerjanya untuk fokus pada usahanya, serta suka-duka sebagai entrepreneur. Ollie juga menyetel sebuah film berjudul: Women, Entrepreneur thy name yang dapat anda saksiskan dibawah.

Berikutnya saya mengundang Nuniek dan Dian untuk bersama-sama berbicara di panggung, sharing mengenai usaha mereka. Nuniek adalah pemilik dari hamilcantik.com, sebuah butik online yang secara khusus menyediakan baju untuk para wanita hamil. Ia dan Ollie adalah salah salah satu dari initiator StartUpLokal.

Dini Sembiring adalah salah satu dari pemilik The Spa Baby, sebuah spa yang khusus melayani anak dan bayi. Seperti spa pada umumnya, spa baby menyediakan jasa pemijatan, kolam, pedicure dan fasilitas spa lainnya yang bisa ditemukan pada spa orang dewasa.

Nuniek dan Dini masing-masing berbagi bagaimana mereka memulai usaha. Nuniek memulai usahanya secara tidak sengaja, dimana saat ia hamil ia membeli 2 baju hamil yang sama. Saat ia ingin menjual salah satu baju tersebut lewat forum internet, puluhan wanita tertarik ingin membeli. Ia melihat potensi dari hal tersebut dan memilih untuk meneruskannya, meninggalkan posisinya di kantor perminyakan dimana ia dahulu bekerja. Motherhood juga mendorongnya untuk berhenti bekerja dan fokus pada usahanya.

Dini dan partnernya Mitzy juga membuka usaha mereka karena dorongan maternal. Mereka mencari kegiatan yang membagun kegiatan motorik anak bayi mereka, sehingga mereka melakukan riset untuk membangun usaha mereka. The spa baby lahir atas pemikiran dan persiapan yang matang. Dimulai sebagai sebuah spa untuk bayi, kini mereka terus berkembang, menawarkan fasilitas untuk anak balita, dan bahkan untuk para moms sambil menunggu anaknya melakukan kegiatan di Spa.

Ketika saya bertanya mengenai pengalaman jatuh bangun mereka, masing-masing memiliki ceritanya masing-masing. Dini sempat khawatir saat Spa Baby harus pindah dari Plaza Indonesia dikarenakan usaha salah satu partnernya membutuhkan ruang tersebut. Walau pindah ke tempat yang lebih besar di Dharmawangsa, ia khawatir customernya akan kecewa atas kepindahannya, namun mereka terus bangkit dan melakukan pendekatan kepada pelanggan mereka.

Ollie menceritakan mengenai permasalahan internal di kantor dan bagaimana ia dan partnernya saling menenangkan diri dan menyelesaikan permasalahan dengan cara-cara unik mereka sendiri.

At the end, sebagai moderator saya menyimpulkan bahwa:

  1. Mulailah membuat usaha sesuai dengan passion anda, carilah passion yang kiranya dapat menghasilkan (bankable).
  2. Perlakukan usaha seperti bayi sendiri. Seperti bayi ia lahir tanpa pengalaman dunia, tidak perfect. Ajarilah dan bimbing dia seperti kehendak anda, buat ia pintar dan menarik, jadikanlah seorang anak yang sempurna bagi anda.
  3. Jadilah ahli dalam usaha yang anda tekuni, pelajari, lakukan riset menegenai usaha tersebut, bergabunglah dengan orang-orang yang menjalankan usaha serupa, dan jadilah seorang yang memajukan bidang tersebut.
  4. Mulailah segera, ayo nyemplung! (read here)
  5. Kalau jatuh, angkat diri anda sendiri, belajar dari kesalahan itu dan jadilah lebih baik.

Thank you to Ninit at TheUrbanMama.com yang telah mengundang saya sebagai moderator, semoga tidak kapok 😀

Mau Jadi Entrepreneur? Ayo Nyemplung!

1 Apr

Yuk nyebur!

Starting a Business is like learning to swim,
you’ve got to dive in first
.

Kata-kata tersebut tertanam dalam jiwa saya. Saat berusia 7 tahun, saya satu-satunya anak disekolah yang tidak bisa berenang, dan ayah saya berkata: “Kalau mau belajar berenang, nyebur dulu”. Kata yang terdengar aneh bagi seorang anak 7 tahun, karena kalau saya nyebur pastinya bisa tenggelam. Tak lama kemudian beliau mendorong saya masuk kolam renang. “BYURRR”. Saya panik dan kecipak-kecipuk mencoba berenang.

“Coba berdiri!”, seru ayah saya. Dan ternyata itu kolam cetek yang cuma se-dada saya (waktu umur 7 tahun). Setelah saya pikir sekarang, maksud dari ayah saya adalah: Kalau mau belajar sesuatu ya harus basah dulu, dan kalau sudah basah ya cobalah untuk berdiri dan paham keadaannya.

Perkataan yang sama saya dapatkan 8 tahun lalu dari ibu saya disaat saya memulai membuat sebuah perusahaan baru. “Kamu kudu nyemplung dulu”, kata beliau dengan maksud saya harus benar-benar memahami seluk-beluk usaha yang saya rintis tersebut dan dunianya. Kurang lebih maksudnya sama seperti ayah saya.

Kata-kata itu saya ambil sebagai pedoman jika ingin memulai sesuatu. Memulai sebuah usaha diakui banyak orang memang susah, tapi kalau kita langsung nyebur, ya udah kepalang basah masa’ gak dilanjutin. Jangan lupa setelah nyebur juga pahami usaha tersebut, baik yang terlihat (dipermukaan) maupun yang tidak (diselami).

Oh ya, like how my dad did it, mulailah dari kolam cetek. Kalau mau langsung nyemplung ke kolam besar bersama ikan-ikan besar lainnya, pastikan kamu bawa lifeguard (investor, partner, etc) just in-case kamu kelelep.

“You Complete Me…”

14 Feb

Here’s a short tip. When starting a business on your own or with friends, don’t go out there and try to act like you are Superman or the XMen. Network, socialize and make partnerships with other business owners like you. Inspect your arsenal, cut things that are not critical to your business and not your best at. Let someone else do it and share the profit.

Introducing: Writers Academy

10 Jan

3 January 2011, saya atas nama OCIeducation menandatangani kontrak kerjasama dengan salah satu blogger serta penulis ternama: Jon Riah Ukur Ginting atau yang lebih dikenal dengan nama Jonru, untuk mendirikan sebuah sekolah menulis. Selain sebagai blogger yang telah menerima penghargaan “Super Blog” dari Internet Sehat Blog Award tahun 2009, Jonru sendiri adalah seorang pionir kursus menulis online, telah menjalankan usaha Sekolah Menulis Online sejak tahun 2007 dan telah menghasilkan banyak lulusan yang telah menjadi penulis dan menerbitkan buku mereka, bahkan menjadi best seller di pasaran.

Tahun ini nama Sekolah Menulis Online akan berubah menjadi Writers Academy, dan menawarkan baik kelas online maupun offline yang berijasah. Kelas online akan terus kami jalankan agar dapat diikuti oleh semua orang diseluruh Indonesia, sehingga tidak terbatas pada Jakarta saja.

Kelas offline yang bersifat tatap muka adalah bentuk brick n’ mortar dari Writers Academy, dimana kami dapat menawarkan keabsahan bagi para lulusan, baik berupa ijasah maupun penelitian metode agar sekolah ini bisa lebih maju kedepannya, serta wadah untuk melakukan seminar dan temu muka dengan para penulis-penulis tamu.

Yang jelas kita tidak akan melupakan yang online, karena dari situlah lahirnya sekolah ini. Kegiatan apapun yang dilaksanakan secara offline di Writers Academy akan kami streaming via internet agar dapat dinikmati oleh para siswa-siswa online kami di seluruh Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Writers Academy baik online maupun offline, silahkan mengunjungi sekolahmenulisonline.com atau langsung menghubungi saudara Jonru di +6221 4754407/12 atau 085217014194.

Related Article:
Liputan mengenai Writers Academy oleh harian Bisnis Indonesia @ bisnis.com