Tag Archives: Kontrak

Purchase Order, next best thing to a contract

2 Sep

Purchase Order atau surat pembelian merupakan sebuah surat yang dikeluarkan oleh purchasing guna pengadaan barang atau jasa dalam sebuah perkantoran. Dengan kata lain, sebuah Purchase Order (PO) itu sama saja dengan perintah kerja atau perintah pembelian sebuah barang.

Walau bukan kontrak, namun sebuah PO setidaknya memiliki legitimasi yang hampir serupa, yaitu bukti penunjukkan (siapa yang diberi kuasa untuk mengerjakan) serta pemesanan. Hal ini setidaknya cukup untuk mewakili bukti terjadinya sebuah penunjukkan oleh satu perusahaan ke individu (freelancer) atau perusahaan lain untuk melakukan sesuatu yang sudah disetujui oleh pihak pemberi perintah.

Bedanya PO dengan kontrak tentunya ada pada detail. Walau spesifik dalam penunjukkan serta jasa atau barang yang dibeli dalam sebuah PO, namun bagaimana pengerjaannya masih bersifat universal atau tanpa pakem yang jelas. Tidak ada klausa-klausa kecil yang melindungi seperti: “Jika materi pekerjaan belum masuk hingga 2 minggu setelah kontrak, maka dikenakan biaya waiting period sebesar X”.

So, sebuah PO mungkin next best thing to a contract, but nothing covers you more than a contract. Seriously, make a contract to tighten and seal the deal. Jangan sampai terlena karena sudah dapat PO, karena sebuah PO hanya dapat melindungi pekerjaan anda sampai titik tertentu.

Non Disclosure Agreement

30 Aug

Banyak dari rekan freelancer bertanya pada saya: “Mas, perjanjian NDA apaan sih tuh? Untungnya apa?”
Artikel berikut ini akan saya dedikasikan kepada penjelasan apa itu mahluk bernama NDA secara detail, silahkan disimak.

Non Disclosure Agreement atau NDA adalah sebuah perjanjian hitam diatas putih yang menyatakan bahwa anda tidak boleh melakukan pengutipan atau pemberitahuan isi dalam sebuah pekerjaan (disclosure) seperti yang tertera dalam perjanjian tersebut. Dengan kata lain, jika anda menerima pekerjaan yang nyangkut dengan perjanjian NDA di buntutnya, anda diminta tidak membagi/menceritakan pekerjaan anda kepada orang lain.

Biasanya jenis pekerjaan yang berbuntut NDA adalah pekerjaan yang menyangkut rahasia perusahaan, misalnya SOP (Standard Operating Procedure) seperti resep masakan, cara melakukan jasa, atau hal lainnya yang berhubungan dengan hak kekayaan intelektual atau proses dagang sebuah perusahaan. Sebagai contoh anda diminta mendesain manual book untuk sebuah perusahaan yang memiliki konten rahasia, bahaya jika diketahui perusahaan pesaing. Anda akan diminta menandatangani kontrak yang berisikan kesepakatan anda untuk tidak membocorkan rahasia. Kontrak inilah yang disebut dengan Non Disclosure Agreement.

Macam-macam Non Disclosure Agreement
Ada bermacam-macam bentuk NDA, bergantung dari jenis pekerjaan yang dikerjakan hingga work policy, work ethic atau work procedure dari sebuah perusahaan. Yang paling dasar adalah NDA dalam bentuk tidak menyebutkan secara detail pekerjaan yang anda kerjakan. Anda akan diminta tidak menyebutkan jenis pekerjaan dan isi dari pekerjaan yang anda kerjakan secara utuh atau dalam kurum waktu tertentu.

Ada juga NDA yang membutuhkan anda untuk sama sekali tidak mengakui (disclaiming) melakukan pekerjaan atau jasa untuk sebuah pekerjaan yang anda lakukan. Hal ini seringkali digunakan oleh agency pada project-project tertentu ataupun contoh paling populernya adalah ghostwriter atau penulis buku yang karyanya nanti akan diklaim oleh client.

Bentuk atau jenis dari NDA akan bermacam-macam, sesuai dengan kebutuhan dan tertulis secara hitam putih diatas kontrak.

Nilai dari Kontrak NDA
Tentunya jika anda disodorkan sebuah kontrak NDA, jangan langsung menandatangani tanpa memikirkan beberapa hal. Yang pertama adalah segi kewajaran, apa menurut anda kontrak NDA yang ditawarkan wajar dan sesuai dengan etika kerja anda.

Kedua, perhatikan segala tulisan dalam kontrak tersebut hingga ke cetakan terkecil, jangan sampai merugikan anda. Perhatikan jangka waktunya jika ada atau termin-termin lainnya.

Ketiga, pastikan bahwa kompensasi secara finansial terpenuhi. Biasanya sebuah kontrak NDA menambahkan 10-25% dari total nilai kontrak yang ditawarkan, sesuai dengan bentuk NDA yang ditawarkan tentunya.

Keempat, anda harus sadar bahwa sebagian besar dari pekerjaan atas kontrak NDA tidak akan muncul dalam portfolio anda dan anda terikat kontrak untuk tidak membicarakan isi dari pekerjaan ke siapapun, walaupun ke pacar sendiri. Jadi misalnya anda mengerjakan sebuah pekerjaan fenomenal untuk sebuah produk yang amat terkenal, kemungkinan besar anda tidak dapat memberitahu siapapun anda pernah melakukan itu.

Kelima, sadar akan beratnya kontrak dimana jika anda tidak mematuhi, maka konsekwensinya akan sangat besar secara reputasi karena anda akan dinilai untrustworthy atau tidak dapat dipercaya jika melanggarnya, namun anda akan mendapatkan kepercayaan besar jika dapat menjaganya dengan baik.

Oke, semoga artikel ini dapat menjawab pertanyaan rekan-rekan sekalian. Jika ada pertanyaan, silahkan komentar aja atau japri aja ya. 🙂